Bahagia adalah kalimat yang dengan nya mampu menyihir berjuta jiwa-jiwa yang sedang mengalami kegundahan hidup, bagaimana tidak berbag...

5S KUNCI KEBAHAGIAAN


Bahagia adalah kalimat yang dengan nya mampu menyihir berjuta jiwa-jiwa yang sedang mengalami kegundahan hidup, bagaimana tidak berbagai macam problematika kehidupan datang kepada kita silih berganti, seolah menunjukkan kuasanya. Bahagia adalah suatu kata yang semua orang memimpikan, semua orang sekuat tenaga untuk menggapainya. Bagaimana tidak bahagia menjadi penyejuk dahaga bagi para insan manusia yang haus akan jawaban dari semua permasalahan hidup. 

Tentunya tidak salah bagi kita untuk mengharapkan kebahagian, Karena hanya mesti diperjuangkan. Setiap muslim pasti menginginkan kebahagian yang hakiki, bukan hanya kebahagiaan di dunia saja tetapi kebahagiaan di akhirat kelak. Banyak yang memperjuangkan kebahagiaannya namun terkadang perjuangan mencapai kebahagiaan itu melenceng, jauh, melesat dari kebahagiaan yang sebenarnya, dari kebahagiaan hakiki.

Hingga terkadang kita mencari kebahagiaan dari selain Allah, Padahal kebahagiaan sesungguhnya adalah bersama sang pencipta kebahagiaan. Banyak orang yang justru menggapai kebahagiaanya dengan cara-cara yang batil. Banyak orang yang menggapai kebahagiaan dengan menghabiskan uang dimeja judi, berhura-hura, bahkan bermaksiat. Allahu akbar, betapa banyak sebenarnya kebahagiaan-kebahagiaan yang banyak hadir dalam kehidupan kita. Hanya saja terkadang kita tidak menikmati kebahagiaan yang singgah didalam hati itu. Kita terkadang fokus terhadap kekurangan, fokus terhadap penderitaan, fokus terhadap sesuatu hal yang kita tidak kita miliki. Sahabat, Kita tidak diperintahkan untuk fokus terhadap berbagai kekurangan, kita diperintahkan untuk mensyukuri sekecil apapun nikmat yang Allah berikan kepada kita. Syukuri nikmat-Nya.

“ Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat” (Qs. Ibrahim [14] : 7).

Sederhana sebenarnya bila kita menginginkan bahagia, hal yang terpenting adalah syukur dalam segala aspek, baik syukur dengan hati, syukur dengan perkataan dan syukur dengan perbuatan.

Jika kita ingin memasuki rumah, apa yang pertama kita akan lakukan?, Pertama mungkin kita akan hadir kedepan pintu, Nah setelah itu apa yang akan kita lakukan? Tentu saja bila pintu rumah tadi terkunci apa yang akan kita lakukan ? mengeluarkan kunci kan, Lantas setelah mempunyai kunci itu apakah kita hanya diam termangu melihat kunci itu? Tentu saja setelah kita mendapat kunci itu kita berusaha memasukan kunci itu kedalam lubang gagang pintu, lantas kita putar kunci tersebut sehingga terdengar suara “cklik” lantas kita buka pintu dan pintu pun terbuka.

Cerita tadi bukan berisi tentang tutorial cara membuka pintu dengan baik dan benar hehe. Tapi ada hikmah besar yang terkandung didalam nya. Hikmahnya adalah ketika kita sudah mendapat kunci kita tidak hanya diam melihat kunci itu saja, tapi harus ada “Usaha” yang perlu dilakukan, yaitu dengan memasukkan kunci itu kedalam lubangnya. Jelas yang kita butuhkan bukan hanya kunci kebahagiaan tetapi ikhtiar yang ikhlas tuk gapai kebahagiaan yang kita impikan.

5 S Kunci kebahagiaan itu adalah :

        1.Shalat Malam 
        2.Shalat Dhuha
        3.Shaum
        4.Sedekah
        5.Shalawat

        Diantara kunci kebahagiaan itu salah satu diantaranya adalah shalat malam, mengapa shalat malam? mari kita kupas mengenai shalat malam (Qiyamul lail), berbagai macam keutamaan yang melimpah ruah didalam nya.

        Mengapa Shalat menjadi kunci kebahagiaan, kunci kesuksesan ? Karena :

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat...” (Qs. Al-Baqarah [2] : 45).

        Bagi mereka yang percaya terhadap ke-MahaanNya cukuplah dengan bersabar dan shalat menjadi solusi terbaik bagi kehidupan kita. Terkadang kita menjadikan shalat hanya menjadi sebatas ritual rutinan harian, dingin tanpa pengharapan dan penghambaan terhadap-Nya. Shalat seharusnya bisa menjadi jawaban terbaik bagi kehidupan.

        Dengan shalat bila kita membutuhkan pertolongan memohonlah, dalam keadaan genting, terhimpit seakan-akan dunia terasa sempit menghimpit. Kita tidak tahu kemana kita akan meminta pertolongan.

         Harun bingung dengan sebingung-bingungnya bagaimana tidak. Ia seakan-akan kehilangan dunianya, ia sangat terhimpit dengan segala cobaan persoalan hidup yang melanda, seolah dunia tidak lagi berpihak kepadanya. Hanya caci maki yang hinggap setiap ia melangkahkan kakinya. Bagaimana tidak, Ia kebingungan saat akan memasukan sekolah anaknya. Ia kehilangan arah, kesana kemari meminta pertolongan berharap ada yang memberinya pinjaman uang. Dijalaninya satu persatu orang yang dianggapnya dapat membantunya dengan meminjamkan uang. Pintu demi pintu ia sambangi untuk meminjam uang. Hingga terbersit dalam pikirannya untuk meminjam uang pada saudaranya yang dirasanya dapat membantunya. Namun sayang tidak ada yang memberinya pinjaman uang 4 juta tersebut. Ia bingung sekonyong-konyong nya. 

        Harun tak tahu lagi kemana ia harus labuhkan dirinya, sehingga ia berhenti untuk shalat di salah satu masjid. Ia meminta pertolongan kepada Allah. Ia baru tersadarkan bahwa ia terlalu mentuhankan uang , muntuhankan orang-orang yang dianggapnya dapat membantunya. Ia lupa terhadap Tuhan sebenarnya, hingga harun tersungkur dalam sujudnya yang dalam “Yaa Rabb darimana saya dapat uang itu, Saya minta pertolongan kepada Engkau, Yang Maha memberikan rezeki . Bantu hamba Yaa Rabb, saya yakin dengan Kuasa-Mu uang itu dapat saya peroleh”.

        Akhirnya Harun pulang kerumah dengan tangan hampa, uang yang ia harapkan hasilnya nihil, Ia berkata kepada Istri dan Anaknya, “Maaf bapak belum bisa membawa uangnya, sabar saja yah nak!”. Keesokan harinya ia kembali ke sekolah dimana anaknya itu diterima. “Maaf pak uang untuk bayar dana sumbangan pembangunannya senilai 4 juta rupiah bagaimana?, ujar pihak tata usaha sekolah”. “Maaf, bu saya belum mempunyai uang, bagaimana bila pembayarannya nanti, jawab Harun”. “Oh tidak apa-apa pak, biaya 4 juta tersebut dapat diangsur namun sekarang bayar 500 ribu saja untuk bayar seragam pak”. Subhanallah ternyata Allah lebih mengetahui, ternyata Harun membawa uang pas 500 ribu, ia langsung bayarkan uang tersebut dengan rasa lega karena 4 juta tadi tidak harus dibayar pada saat itu. Terpujilah Allah atas segala kuasa-Nya.

        Ada suatu hikmah yang dapat terpetik dari kisah diatas. Andai saja Harun sejak dari awal pergi ke masjid meminta pertolongan dengan shalat, pasti ia tidak perlu khawatir dan cemas. Ia terlalu mengandalkan manusia, lupa bahwa ada kekuatan yang sangat besar. Ini pula yang terkadang kita tak terasa lakukan, kita terlalu menganggap ada kekuatan selain dari Allah swt. Sebenarnya Tuhan kita siapa Allah atau Uang?. Tetapi kita terkadang mengagungkan uang, seolah-olah uang kuasa atas segalanya. Marilah kita kembalikan semuanya kepada Allah, murni, tulus dan ikhlas hanya padanya.

“Dan pada sebagian malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) dibelakangnya” (Qs. Al-Insan [76] : 26-27).

“Dan laksanakan salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang orang yang selalu mengingat (Allah).” (Qs: Hud; [11]: 114).

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji.” (Qs. Al-Isra’ [17] : 79).



0 komentar: